Jumat, 26 April 2013

~MISTERI KUTUKAN VILLA TAK BERTUAN~ (HOROR) part 2

                          ~MISTERI KUTUKAN VILLA TAK BERTUAN~
Part2

kreekkkkk
tiba2 pintu terbuka
"wah gak di kunci nih pintunya"
seru bagas
"ya udah masuk aja yu,gue dah kedinginan"
ajak rani
"ntar dulu,perasan gue gak enak lebih baik kita balik ke mobil"
perasan ku benar2 tak karuan,aku merasa takut untuk masuk ke rumah itu
"udah fositve thingking aja stev"
dipta mencoba menenangkan ku
lalu kami berlima masuk ke villa itu,
aku,rani,dan kyki menunggu di ruang tamu sedangkan dipta dan bagas berkeliling untuk mencari pemilik villa.
Perabotan di sini tertata rapi namun udara di rumah ini terkesan dingin dan menyeram kan,
setelah menunggu 1 jam namun tak ada seorang pun yg muncul
maka atas inisiatif bagas kami memutus kan bermalam di villa itu menunggu pagi menjelang.
Pada awal'y aku tak menemukan satu keganjalan apa pun,namun tepat pada tengah malam aku terbangun karna merasa ingin buang air kecil,
kulihat 4 teman ku sudah tertidur pulas terpaksa aku pergi ke kamar mandi sendiri,
aku berjalan menuju kamar mandi di sisi kanan dapur,
namun belum sempat menutup pintu kulihat sekelebat bayangan putih melintas yg membuat bulu tengkuk ku berdiri.
Aku memutusakn untk segera menuntaskan hajat ku untk buang air kecil,setelah selesai aku menyalan keran di wastafel untk mencuci tangan
tapi
"aaaaaaaaarrrrrgh darah"
yg keluar bukan lah air melain kan darah segar yg menimbul kan bau amis,
dan ketika aku melihat cermin sesosok wanita bermuka hancur tengah berdiri di belakangku

"hahantuuuu"
aku menjerit sekeras nya dan berlari secepat nya menuju ruang tamu,
dipta dan bagas yg mendengar teriakan ku otomatis terbangun

"ada apa sih stev treak2"
tanya dipta

aku yg masih ngos ngosan berusaha mengatur nafas dan menjelaskan apa yg terjadi padaku

"aaada hantu dip,gue takut"
jelas ku
kepada dipta dan bagas

"hantu?yg bener aja stev,jangan ngaco lu"
seru bagas seolah tak percaya

"gue pengen balik ke mobil sekarang juga"
gertak ku seraya mengambil tas yg tergeletak di kursi

"eh bentar stev" dipta mencoba menghentikan ku

namun belum reda perdebatan ku dgn ke dua teman laki2 ku,tiba2 kiky muncul dgn membawa sebilah pisau yg tajam wajah nya pucat pasi seperti orang mati

"kalian harus mati"
ucap kiky dgn suara beratg,aku semakin ketakutan dan bingung dgn tingkah kiky

"ky lu jangan bercanda deh"
seru dipta
"iya ngapain lg pake bwa2 pisau"
imbuh bagas

namun kiky tak menjawab justru semakin mendekat dan mencoba meng hunuskan pisau kearah ku,namun melesat karna aku segera menghindar.
Kami semua menjadi bingung dengan tingkah kiki.

Di lain tempat rany tengah berhadapan dengan sesosok hantu tanpa kepala
"argggggh,totototolonggg ada sesetan"
rani berteriak lalu berlari
tetapi hantu itu malah mengikutinya.
Sial bagi rany ia terpeleset dan kepalanya membentur tembok hingga rani pingsan.
Lalu hantu itu lenyap

***

"siapa kamu sebenarnya"
teriak bagas bertanya pada sosok kiky

"kalian tidak perlu tau siapa aku,kalian harus mati"
jawab kiky mash dgn suara berat nya

gelegar petir dan hujan yg deras membuat suasana semakin mencekam,lampu yg tadinya terang kini menjadi gelap
kiky masih dengan pisaunya aku dan bagas berlari ke arah pintu mencoba menyelamat kan diri

"sial pintu nya gak bisa di buka"
triak bagas

"coba lagi gas" ucap ku

"iya gas ayo" tambah dipta

kyki semakin mendekat
dan kami pun berlari berhamburan menyelamatkan diri
aku berlari mengikuti dipta,sedang bagas entah kemana
tiba2 muncul sosok hantu tanpa kepala di hadapn ku dan dipta

"setannnnnnnn"
dipta berteriak lalu lari kocar kacir meninggal kan ku

aku yg ketakutan pun berlari menjauh
tiba2
bruuuuk...
Aku terjatuh

"setannnn"
gumam ku
"awww"
ternyata yg ku timpa adalah tubuh rani

"ran lu gak papa kan?"tanyaku kepada rani

"sesetan tanpa kepala"
rani terbata2

kini di hadapan ku dan rani telah berdiri sosok hantu yg mengerikan tanpa kepala,
aku dan rani benar benar ketakutan

kilatan2 petir yg bersambaran seakan menambah kesan mistis di villa ini,
hantu itu semakin mendekati aku dan rani
dengan susah payah aku membantu rani bangun dan berdiri keringat dinging mulai bercucuran dari sekujur tubuh ku

"lalari ran" aku berteriak seraya menyeret tangan rani,
sial bagiku yg aku seret bukan lah rani melainkan sosok perempuan bermuka hancur dgn mata hampir keluar,
dia menatap ku dgn tatapan sinisnya
spontan aku berteriak

"hantttuuuuu"
dan berlari menjauh dari nya.

TO BE CONTINUE

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright © . kisah cerita blog - Posts · Comments
Theme Template by BTDesigner · Powered by Blogger